Pada suatu masa radiasi dari partikel bermuatan energi tinggi yang berasal dari luar atmosfer bumi “menyentuh” sebatang pohon lengkeng. Sinar kosmik berupa elektron, proton, bahkan inti atom yang kebanyakan berasal dari proses energi tinggi di dalam galaksi itu menyebabkan perubahan di dalam “tubuh” tanaman anggota keluarga Sapindaceae itu. Lahirlah lengkeng dengan daun, tangkai daun, bunga, buah muda, dan buah matang berwarna merah.

Itu sebuah lengkeng baru yang merupakan mutasi dari jenis normal. Periset di Pusat Kajian Hortikultura Tropis Institut Pertanian Bogor (PHKT IPB), Prof Dr Ir Roedhy Poerwanto, menyebutnya fenomena bud spot, yakni mutasi pada mata tunas dari induk normal. Mutasi akibat pengaruh alam semesta itu menyebabkan warna resesif merah pada lengkeng muncul ke permukaan.

Kehadiran lengkeng merah itu diprediksi mampu memikat para pencinta tanaman buah. Mereka tertarik memiliki ruby longan karena kerabat leci itu punya sejumlah keistimewaan. Selain warna yang atraktif, lengkeng merah itu adaptif di dataran rendah serta mudah berbunga dan berbuah. Cocok sebagai tanaman koleksi para pehobi. Tidak tertutup peluang upaya pengembangannya sebagai buah komersial, tapi butuh waktu lebih lama. Pilihan untuk jenis komersial boleh jadi lebih tepat dijatuhkan pada king long, lengkeng yang sangat produktif. Buahnya berdompol-dompol dan sangat padat.

https://i2.wp.com/www.trubus-online.co.id/tru/wp-content/uploads/2014/05/534_-8-6.jpg